Slideshow

Sabtu, 04 Agustus 2012

contoh soal UKG online


CONTOH SOAL UKG ONLINE
VERSI : ramgusti@blodspot.com, IKIP PGRI BALI

I. Pilih satu jawaban yang paling tepat dengan memberi silang pada soal berikut !



1.       Suatu alat yang berisi serangkaian  tugas / soal-soal yang harus dikerjakan / dijawab  untuk mengukur tingkat kompetensi peserta didik disebut  ....
a.     Tes                         c. Pengukuran
b.     Evaluasi                                d. Penilaian
2.       Suatu proses atau kegiatan  untuk menentukan kualitas sesuatu (peserta didik, guru, sarana sekolah, dsb) disebut  ...
a.     Tes                         c. Pengukuran
b.     Evaluasi                                d. Penilaian
3.       Suatu proses atau kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan untuk mengumpulkan informasi tentang proses dan hasil belajar peserta didik berdasarkan kriteria yang ada disebut  ....
a.     Tes                         c. Pengukuran
b.     Evaluasi                                d. Penilaian
4.       Suatu proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk menentukan kualitas (nilai dan arti) dari sesuatu berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu dalam rangka pembuatan keputusan disebut  …..
a.     Tes                         c. Pengukuran
b.     Evaluasi                                d. Penilaian
5.         Untuk membantu peserta didik, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan peserta didik, menilai efektivitas strategis pembelajaran, menilai dan meningkatkan program kurikulum, menurut Kellough dalam Swearingen(2006) adalah tujuan dari  ....
a.      Tes                        c. Pengukuran
b.     Evaluasi                                d. Penilaian
6.         Sebagai alat ukur terhadap tingkat kemampuan pebelajar dalam menguasai materi pelajaran yang telah disampaikan, adalah fungsi dari ....
a.     Tes                         c. Pengukuran
b.     Evaluasi                                d. Penilaian
7.         Pada proses pembelajaran, guru mengajukan pertanyaan-pertanyanaan lisan kepada pebelajar untuk mengevaluasi apakah mereka dapat  mengerti materi yang menjadi pembahasan. Pilihan pertanyaan lisan tadi didasarkan atas ....
a.     Fungsi evaluasi
b.    Tujuan evaluasi
c.     Azas evaluasi
d.    Bentuk evaluasi
8.         Dengan melaksanakan tes formatif, guru bermaksud mendapatkan umpan balik hasil evaluasi terhadap faktor pendukung dan penghambat proses pembelajaran. Evaluasi yang demikian memenuhi ketentuan ....
a.     Fungsi evaluasi
b.    Tujuan evaluasi
c.     Azas evaluasi
d.    Bentuk evaluas
9.         Prosedur penilaian yang benar adalah ....
a.       Ada tujuan, memilih alat evaluasi, melakukan pengukuran,  mencatat, pemanfaatan hasil
b.       Melakukan pengukuran, memberi skor, menganalisa, mencatat, pemanfaatan hasil
c.       Memilih alat evaluasi, melakukan pengukuran, memberi skor, menganalisa, mencatat, pemanfaatan hasil
d.       Ada tujuan, memilih alat evaluasi, melakukan pengukuran, memberi skor, menganalisa, mencatat, pemanfaatan hasil
10.      Prinsip penilaian yang benar harus ....
a.       objektif, adil, terpadu, terbuka, menyeluruh, sistematis, akuntabel
b.       Sahih, objektif, adil, terpadu, terbuka, menyeluruh, sistematis, akuntabel
c.       objektif, adil, terpadu, terbuka, menyeluruh, sistematis
d.       Sahih, objektif, adil, terpadu, menyeluruh, berkriteria
11.      Fungsi penilaian hasil belajar dapat bersifat formatif, sumatif, diagnostik, penempatan. Fungsi formatif yang dimaksud adalah ....
a.     Memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar memperbaiki proses pembelajaran
b.    Menentukan nilai kemajuan siswa
c.     Memahami latar belakang peserta didik
d.    Menempatkan peserta didik  dalam penjurusan sesuai kemampuan  pebelajar




12.    Untuk menentukan nilai hasil belajar sebagai bahan laporan dalam penentuan kenaikan kelas dan kelulusan peserta didik adalah fungsi penilaian yang bersifat  ...........
a.     Formatif
b.    Sumatif
c.     Diagnostik
d.    penempatan
13.    Untuk memahami latar belakang peserta didik yang mengalami kesulitan belajar dengan tujuan sebagai dasar dalam memecahkan kesulitan dan memperbaiki hasil belajar adalah fungsi penilaian yang bersifat  ....
a.     Formatif
b.    Sumatif
c.     Diagnostik
d.    penempatan
14.    Menurut Benyamin S. Bloom, hasil belajar dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu  ....
a.       Kognitif, apektif, psikomotor
b.      Kognitif, apektif, respon
c.       Kognitif, respon, psikomotor
d.      Respon, apektif, psikomotor
15.    Internalisasi sikap yang menunjuk pembentukan nilai dan menentukan tingkah laku peserta didik adalah termasuk dalam domain ....
a.       Kognitif
b.       Apektif
c.       Psikomotor
d.       Respon

Jumat, 20 April 2012

UN BIDIK KUALITAS ATAU PERANG KEJUJURAN


UJIAN NASIONAL
BIDIK KUALITAS ATAU PERANG KEJUJURAN ?

Oleh :
IGN. Mataram, Guru Kimia SMA Negeri 1 Rendang


Jujur Hancur” demikian yang sering terlintas dibenak siswa dalam menyikapi pelaksanaan UN kali ini sebagai rutinitas tahunan yang telah berakhir 19 April 2012 ditingkat SMA/MA/K dan disusul pada sekolah tingkat SMP/MTs, senin 23 s/d 26 April 2012. Dulu orang berpikir bahwa UN adalah momok yang menakutkan, namun sekarang UN dituntut lebih sebagai  ”perang kejujuran” antara harapan dan kenyataan. Sebuah slogan yang patut dimaknai ”Prestasi Yes, Jujur Harus”. Siapa yang harus ”jujur”!. Apakah yang berprestasi harus jujur?, atau yang jujur harus berprestasi?. Semua berharap suatu keberhasilan disegala lini kehidupan termasuk diantaranya harapan akan hasil UN lebih berkualitas berfalsafah kejujuran dari sebelumnya. Namun apa yang menjadi suatu kenyataan bahwa UN kali ini tidak bedanya dengan tahun sebelumnya yaitu lebih ketat dalam pengadaan dan pendistribusian soal, banyak kecurangan (kebocoran soal), amplop soal ada yang kosong, jumlah soal disatu sisi kurang, disisi lain lebih, isi soal tidak sesuai dengan sebenarnya  dan yang terpenting  dibidik kejujuran disemua pihak (siswa, guru dan pemangku pendidikan). Harapan demi harapan muncul semoga pelaksanaan UN di tingkat SMP/MTs tidak terulang seperti pada pelaksanaan UN ditingkat SMA/MA/K.
Pemberlakuan lima paket soal dan sistem pendistribusian yang ditentukan pusat, membuat peserta didik sudah kalah sebelum berperang. Artinya bahwa siswa belum mengerjakan apapun sudah dicekoki dengan ketakutan, kecemasan dan tidak percaya diri. Sangat wajar jika emosi siswa tercurahkan setelah berakhirnya UN yaitu terjadi tawuran, kebut-kebutan dijalan, dan main corat-coret. Berarti pula bahwa karakter siswa belum tertanam dalam menyikapi sebuah perubahan dan belum siap menerima kekalahan. Hak dan kewajiban siswa merasa dijajah, terbelenggu, dihantui kecemasan oleh sebuah sistem. Belum pengumuman sudah berdampak, bagaimana setelah pengumuman mungkin tidak bisa dibayangkan. Dari tahun ke tahun pelaksanaan UN tetap saja sarat masalah, banyak SMS bodong yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah mestinya mengevaluasi kembali dan disosialisasikan sampai ketingkat bawah prosentase keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan UN sebelumnya. Semua itu pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah dalam mempercayakan sekolah  akan kemampuan sekolah menjadikan anak bangsa berkualitas. Pemerintah masih menginabobokan dunia pendidikan, artinya belum diberikan kepercayaan penuh (baru 40%) sebagai otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan.  Memang benar apa yang menjadi ketakutan dan kecemasan  selama ini bahwa UN itu musuhnya berpikir siswa. Hal ini bukan dirasa hanya siswa saja, tetapi juga semua pihak termasuk  pengambil kebijakan baik pusat maupun daerah.
Sebuah tantangan bagi pemerintah daerah untuk mempertahankan keberhasilan UN sebelumnya. ”Jujur”  yang diharapkan hendaknya dimuali dari kelas atas, kemudian dikolaborasikan pada kelas bawah. Memang kita harus berpikir jujur dan positif bahwa suatu kebijakan akan berdampak positif sebagai awal menuju pembenahan di setiap jengkal kekeliruan. Konsekuensi dari semua ini adalah siswa hanya dijadikan objek penderita dalam perbaikan kualitas pendidikan. Karena hasil UN inilah dijadikan parameter menilai kualitas pendidikan yang dalam pelaksanaannya dituntut kejujuran. UN bukan satu-satunya penentu keberhasilan mutu pendidikan, namun perlu disimak bagaimana latar belakang peserta didik itu sendiri  baik dari status sosial, ekonomi dan letak geografis dimana peserta didik berada. Guru sebagai pendidik profesional ikut kena getahnya yaitu dituntut jujur dan benar-benar terbuka dalam menuntun siswa menggapai keberhasilan yaitu  kelulusan 100%. Namun perlu diketahui bahwa kualitas pendidikan tidak semata karena kualitas guru atau sekadar siswa lulus 100% tetapi bagaimana input (siswa) itu sendiri, sarana-prasarana, status sekolah dan juga lokasi sekolah.
            Yang menarik dalam pelaksanaan UN kali ini adalah sistem pendistribusian soal berubah seiring dengan jenis mata pelajaran yang diujikan. Artinya bahwa siswa mendapatkan paket soal berbeda setiap harinya. Apakah sistem ini menjadikan siswa lebih jujur, sehingga hasil lebih baik atau membuat siswa cemas dan tidak percaya diri. Harapan semua orang akan selalu mencari yang terbaik demi harga diri sebagai anak bangsa yang heterogenitasnya sangat beragam. Namun kita harus menyadari bahwa Indonesia adalah Negara kepulauan yang sistem kehidupan satu dengan lainnya sangat berbeda baik dibidang  politik, ekonomi, sosial budaya dan terpenting dibidang pendidikan.
Pemegang kebijakan (pemerintah pusat) sudah bekerja keras bahkan berada pada puncak teratas menuju pendidikan berkualitas. Biaya yang hampir setengah triliun lebih dihabiskan untuk menyambut hajatan tahunan UN.  Biaya tinggi belum menjamin kualitas pendidikan, harus lebih memperhatikan sumber daya manusianya. Semua berharap motivasi siswa dalam belajar bukan semata untuk UN namun lebih dituntut jujur untuk membentuk karakter dan kepribadian intlektual yang lebih sebagai anak bangsa yang mengemban tugas berat dalam mengambil alih tugas kepemimpinan kedepan yang lebih berkualitas.
Ujian kali ini siswa lebih dituntut kualitas dan berperang melawan kejujuran yang hasilnya dijadikan cermin untuk bersikap kedepan yang lebih baik, jujur dan  transfaran. Prosentase keberhasilan atau kegagalan serta hambatan-hambatan yang ditemukan sebagai pijakan dan tolak ukur mau diapakan UN tahun depan! Harapan demi harapan dari hasil UN dapat memberikan andil besar dalam menunjukkan kualitas bangsa. Maju mundurnya suatu bangsa tercermin dari kualitas pendidikannya, karena itu melalui  pendidikan sumber daya manusia dapat terekam sehingga keberhasilan di dunia pendidikan  akan tercapai.


IDENTITAS PENULIS :
Nama                     : I Gusti Ngurah Mataram
TTL                        : Sidemen, 30 April 1970
Instansi                  : Guru Kimia, SMAN. 1 Rendang
Alamat                  : Br. Bangbang Rendang-Karangasem (80863)
E-mail                    : ramgusti@yahoo.com
KTP./ HP        : 22.0802.300470.0002,  /  081338157123

Jumat, 09 Maret 2012

BUAH SALAK


PEMANFAATAN BUAH SALAK 
SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN


A. NAMA  ALAT  PERAGA
            Proses pembuatan dodol salak dalam memahami sifat-sifat koloid

B. TUJUAN
1.      Siswa dapat memahami sifat-sifat koloid
2.      Siswa mengenal cara pembuatan koloid
3.      Siswa dapat mempraktikkan dirumah atau dimasyarakat dalam     pemanfaatan buah salak yang harganya sangat murah dimusim panen

C. STANDAR KOMPETENSI :
5. Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam
    kehidupan sehari-hari.

D. KOMPETENSI DASAR
                5.1. Membuat berbagai sistem koloid dengan bahan-bahan yang ada di
                   sekitarnya.

E. INDIKATOR
            Menjelaskan proses pembuatan koloid melalui percobaan.

F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Merancang dan melakukan percobaan pembuatan koloid dalam kerja kelompok di laboratorium


 

G. MANFAAT
1.      Bagi siswa yaitu dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran  Koloid dan sifat-sifatnya, sehingga prestasi belajar diharapkan akan meningkat pula
2.      Bagi Guru yaitu sebagai bahan acuan atau pedoman yang bersifat alternative untuk dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan lingkungan disekitar sekolah
3.      Bagi Sekolah yaitu dapat bermanfaat bagi pengembangan media pembelajaran khususnya pada mata pelajaran sistem koloid

H.  RANCANGAN / DESAIN PEMBUATAN
1. Alat-alat yang digunakan
            Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini disajikan dalam tabel 1.
Tabel 1.  Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan dodol
                salak
No
Nama alat
Jumlah
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Panci/ baskom
Sendok alat pengaduk
Alat penggiling (waring blender)
Kompor dan alat pengukus
Cetakan
Bungkusan kertas, plastik, kulit jagung (Ganda : Bhs. Bali)
2 buah
2 buah
1 buah
1 buah
2  buah
secukupnya


2.  Bahan-bahan yang diperlukan
            Bahan-bahan yang diperlukan dalam penelitian ini ada pada tabel 2 berikut,
     Tabel 2. Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan dodol
                    salak
No
Uraian
Jumlah
1.
Buah salak
3 Kg
2.
Gula Pasir
250 gram
3.
Tepung ketan
500 gram
4.
Santan Kelapa
1 liter
5.
Minyak Kelapa
Secukupnya
6.
Garam
Secukupnya
7.
Air
Secukupnya
8.
Zat aditif (panili)
Secukupnya
9.
Daun suji
Secukupnya


I.  PELAKSANAAN PEMBUATAN
            Proses pembuatan dodol salak dari buah salak  adalah sebagai berikut.
  1. Mula-mula buah salak yang telah matang dikupas kulitnya  sampai kulit arinya dan dicuci. Kemudian daging buah dipotong-potong menjadi bagian yang lebih kecil agar lebih mudah untuk digiling
  2. Potongan-potongan buah salak tersebut dikukus kemudian dihaluskan dengan diblender sehingga diperoleh bubur buah salak.
  3. Bubur buah salak ini dicampur dengan tepung ketan ( 0.5 : 3 ) artinya 1/2 bagian tepung ketan dengan 3 bagian bubur buah salak, kemudian di masak, dan ditambahkan  kapur tohor (CaO) secukupnya (+/- 3 gram)
  4. Sambil dimasak, dapat dicampurkan gula, garam  dan santan secukupnya. Campuran tersebut terus diaduk hingga merata dan memperoleh tekstur pasta liat. Diusahakan dalam memasak api tidak terlalu besar atau kecil karena akan berpengaruh terhadap kualitas dodol. Jika api terlalu besar dodol akan terasa hangus atau sebaliknya. Sehingga antara api dan pengadukan harus  terus dikontrol .
  5. Jika sudah hampir 5 jam atau  adonan telah seperti tekstur  pasta liat, didinginkan kemudian  siap untuk dicetak.
  6. Bila campuran dodol tersebut sudah dalam keadaan dingin dan agak keras bagian luarnya, dapat dikemas dalam kertas minyak yang dilapisi plastik untuk menghindari penguapan atau masuknya uap air dari lingkungan.
  7. Dodol siap untuk dipasarkan
  8. Daya simpan dodol berkisar antara 3 – 5 bulan
Skema pembauatn dodol Buah Salak dapat dibuat diagram senagai berikut :